Sabtu, 18 Juli 2020

TEKNIK MENGABDI

15 JULI 2020

 

    Pada rangkaian acara kali ini, materi teknik mengabdi ini  oleh Ibu Shanty Eka Septiani, . Hut, MS. dengan sebuah materi berjudul MENGABDI DENGAN INTEGRATIF DAN INTERKONEKTIF KEPADA MASYARAKAT.

 

    Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar tri dharma perguruan tinggi disamping dharma pendidikan dan pengajaran dan dharma penelitian. 

 

    Integratif interkonektif dianggap sebagai pendekatan interdisiplin yaitu adanya kerjasama antara satu ilmu dengan ilmu lain sehingga menjadi satu kesatuan dengan metode tersendiri, implementasinya menggunakan prinsip yang fleksibel, bahwa semua keilmuan tidak bisa berdiri sendiri. Pendekatan interdisiplin merupakan pemecahan permasalahan menggunakan berbagai sudut pandang ilmu serumpun yang relevan atau tepat guna secara terpadu

 

    Hasil-hasil penelitian dari perguruan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara luas dengan pendekatan interdisiplin atau keterpaduan beberapa disiplin keilmuan yang saling berhubungan.

 

    Setiap bagian dari solusi yang komprehensif terhadap persoalan lingkungan pun harus dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner. Dengan kata lain, kesadaran terhadap gaya hidup yang bijak dan ramah lingkungan sebagai salah satu bagian dari solusi persoalan lingkungan dapat ditumbuhkan melalui pendekatan interdisipliner, misalnya antara ilmu budaya dan psikologi. Ilmu budaya akan menggali kearifan lokal yang dimiliki oleh budaya Indonesia dan psikologi mengidentifikasi potensi individu untuk mengembangkan kearifan lokal menjadi perilaku atau karakter individu yang hidup pada era globalisasi sekarang ini.

 

    NEW NORMAL berpengaruh pada globalitas dan sosial budaya. Masalah sampah plastik masih menjadi masalah yang kursial. Edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan mengenai masalah ini. Masyarakat haru paham kalau sampah plastik ini sangat berbahaya untuk lingkungan hidup sekitar. Edukasi pemilahan sampah juga haruslah diterapkan kepada masyarakat luas. 

 

    Di masa New Normal ini sendiri, sampah masker menggunung. Masalah kali ni juga sama bahayanya untuk lingkungan. Sebagai seorang mahasiswa dan juga masyarakat, hentaknya kita sebagai penyambung generasi selanjutnya ini dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan kepada masyarakat.

 

    Mahasiswa seharusnya dapat memberikan inovasi-inovasi baru untuk mengelolah lingkungan hidup. Selain itu, sebagai mahasiswa kita juga dapat melakukan hal-hal sederhana untuk memberi contoh kepada masyarakat tentang memilah sampah dan lainnya agar kehidupan masyarakat dapat lebih baik lagi. contoh lainnya adalah dengan membuka bank sampah dan mengedukasi sampah-sampah apa saja yang dapat didaur ulang sehingga menghasilkan produk baru dengan nilai jual yang lebih baik.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LKMM BELA NEGARA 2020

28 Juli 2020 LKMM BELA NEGARA adalah rangkaian terakhir dari kegiatan LKMM-TD 2020.  Dengan mengusung tema Membentuk mahasiswa milenial yang...